DIESEL

DIESEL

Rabu, 01 Oktober 2014

MEMPELAJARI SISTEM KERJASAMA PRODUKSI  UNTUK MENDAPATKAN BIAYA PRODUKSI MINIMUM  PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:41
Oleh : untarti Tatik Mulyati, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1997-00-00, dengan 1 file
      Telah dilakukan penelitian mengenai jaringan kerjasama produksi pada perusahaan manufaktur. Kerjasama produksi dilakukan dengan cara sub kontrak antara perusahaan manufaktur sumber sebagai pemberi order dan suticontraktor sebagai pelaksana order. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data biaya yang fiktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem kerjasama produksi agar perusahaan manufaktur pemberi order dapat memperoleh biaya produksi yang minimum untuk proses produksi yang disubkontrakkannya.
       

      Keterbatasan kapasitas perusahaan manufaktur menyebabkan timbulnya kebutuhan akan kerjasama dengan perusabaan manufaktur lain. Perusahaan manufaktur sumber harus menetapkan komponen-komponen produk yang akan disubkontrakkan dan menentukan subkontraktor mana yang akan mengerjakannya. Konsep teknologi kelompok membantu perusahaan manufaktur sumber untuk mengelompokkan komponen-komponen tersebut berdasarkan kemiripannya, yang selanjutnya kelompok komponen ini akan disubkontrakkan. Konsep symbiotic manufacturing network akan membantu perusahaan manufaktur sumber dalam menganalisis dan memilih calon subkontraktor yang akan diajak bekerjasama dalam jaringan kerjasarna produksi. Biaya minimum digunakan sebagai kriteria utama dalam penentuan subkontraktor terpilih. Sedangkan analisis biaya dilakukan dengan metode simpleks.
==============================================================

ANALISIS EFEKTIVITAS MANAJEMEN PERAWATAN MESIN (STUDI KASUS PADA MESIN SINCOM E32K DI DIVISI PERMESINAN DAN JASA PT. X)
Master Theses from JBPTITBPP / 2008-11-25 14:02:19
Oleh : IMAN KARTIWA (NIM 29105117), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 6 file
      PT. X merupakan satu-satunya produsen produk pertahanan di Indonesia, yang mana kepemilikannya 100% milik negara. Perubahan lingkungan bisnis mengharuskan PT. X melakukan adaptasi seperti melakukan restrukturisasi sejak tahun 1996. Tujuan restrukturisasi adalah menjadi perusahaan negara yang mandiri namun tidak lepas dari misinya sebagai perusahaan yang mendukung pertahanan negara. Hasil restrukturisasi tersebut berupa unit-unit militer dan komersial yang lebih mandiri, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kinerja perusahaan. Divisi Mesin Industri dan Jasa, sebagai divisi produk komersial diharapkan dapat meningkatkan efesiensi produksi. Salah satu upayanya ialah dengan melakukan manajemen pemeliharaan mesin. Upaya ini dilakukan agar pemborosan akibat kegagalan operasi mesin dapat dikurangi sehingga biaya produksi dapat ditekan.

      Dalam menerapkan metoda perawatan mesin, proyek akhir ini menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Prinsip dari metode ini adalah sebuah benchmark keefektifan manajemen perawatan mesin aktual di perusahaan, dibandingkan dengan prinsip TPM dalam indeks Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil benchmark tersebut dianalisis menurut prinsip TPM yang terdiri dari total effectiveness, total maintenance sistem dan total participation of all employee. Dari analisis objek penelitian (mesin CNC Sincom E 32 K) terhadap ketiga elemen TPM didapat efektivitas mesin yang belum optimal dan bervariasi. OEE mesin sebesar ±77%, walaupun memenuhi standar perusahaan tetapi masih jauh dari kondisi OEE ideal (>85%).
==============================================================

ANALISIS KERUGIAN GESEK DAN EFISIENSI VOLUMETRIK PADA SISTEM KATUP PUTAR MOTOR BAKAR TORAK
Master Theses from JBPTITBPP / 2009-03-11 15:20:12
Oleh : EDWARD WAWOLUMAYA (NIM 23107025), S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 8 file
Sistem katup putar merupakan pengembangan dari sistem katup konvensional yang masih menggunakan poros kam. Pada penelitian ini dilakukan analisis kerugian gesek dan efisiensi volumetrik pada prototipe sistem katup putar untuk mengetahui sistem katup yang lebih baik.
Mekanisme sistem katup putar dibuat ulang untuk keperluan pengujian gesekan dan volumetrik. Hasil rancangan diaplikasikan pada mesin sepeda motor tipe Honda Kirana. Alat uji gesek dirancang untuk menguji gesekan total dari torak, cincin torak, sistem katup, mekanisme penggerak sistem katup, dan bantalan-bantalan. Alat uji volumetrik dirancang untuk menguji kerugian volumetrik dari mesin sepeda motor saat langkah isap.
Dalam penelitian ini, perancangan dan pembuatan prototipe sistem katup putar dan alat uji dilakukan terpisah. Metoda yang digunakan untuk melakukan pengujian kerugian gesek adalah metoda motoring. Pada pengujian ini motor listrik digunakan untuk memutar mesin sepeda motor. Torsi yang digunakan untuk melawan putaran mesin sepeda motor diukur untuk mengetahui besar dari kerugian gesek mesin tersebut. Efisiensi volumetrik dicari dengan mengukur debit udara masuk dengan menggunakan anemometer.
Hasil yang akan didapat pada pengujian ini adalah perbandingan kerugian gesek dan debit udara yang diisap oleh sistem katup putar dan konvensional. Dari hasil pengujian, selisih rata-rata daya akibat kerugian gesek dari sistem katup putar dan sistem katup konvensional adalah 79,45 W. Sedangkan selisih rata-rata persentase efisiensi volumetrik adalah 8,87%. Dengan demikian diketahui bahwa sistem katup konvensional memiliki kerugian gesek dan efisiensi volumetrik yang lebih baik daripada prototipe sistem katup putar yang dibuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar